UNDER CONSTRUCTION !!!

Senin, 26 September 2011

Dampak Globalisasi dan Kemajuan Teknologi Terhadap Kebudayaan Indonesia

Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Globalisasi ekonomi membawa dampak positif maupun negatif.
Sementara Pengertian Teknologi adalah :
Teknologi berasal dari istilah teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan. Menurut Dictionary of Science, teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada masalah-masalah praktis.
Untuk membatasi pengertian teknologi yang luas, maka pengertian teknologi dapat dikelompokan sebagai berikut :
  • Teknologi sebagai barang buatan
    Tidak ada manusia yang sempurna, semua pasti memiliki kelemahan. Kelemahan yang ada pada diri manusia itu kemudian diminimalisir dengan adanya teknologi agar kelemahan yang dimiliki manusiapun menjadi sedikit berkurang. Tetapi barang-barang buatan tidak hanya terbatas pada kelemahan manusia saja tetapi sesuatu yang tadinya belum terpikirkan.
  • Teknologi sebagai kegiatan manusia
    Kegiatan manusia tidak lepas dari kegiatan membuat dan menggunakan. Kegiatan manusia itu merupakan bentuk dari teknologi itu sendiri.
  • Teknologi sebagai kumpulan pengetahuan
    Kegiatan membuat dan menggunakan pasti tidak akan lepas dari ilmu membuat (produk) dan ilmu menggunakan (komsumsi). Ilmu tersebut merupakan kumpulan dari pengetahuan yang didapat manusia dari berbagai sumber.
  • Teknologi sebagai kebulatan system
    Pembahasan yang bulat dan menyeluruh akan tercapai kalau teknologi dtinjau sebagai suatu system. Ini berarti teknologi dibahas sebagai suatu kebulatan unsure-unsur yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam lingkungan system itu sendiri.
Banyak sekali pengertian teknologi, dalam buku yang berjudul The Man-Made World, penulis buku berpikiran sekarang ini manusia tidak hanya sekedar tinggal di dunia ini tetapi juga sekaligus tinggal di dalam alam teknologi ciptaan manusia itu sendiri yang tentunya tidak lepas dari izin Allah ta’ala. Lalu apa artinya??? Maksudnya adalah :
  • Manusia tidak dapat dipisahkan lagi dengan teknologi
  • Manusia memerlukan teknologi dalam seluruh aspek kehidupannya
  • Teknologi menjadi tempat dan lingkungan hidup manusia (habitat)
 Dampak positif Globalisasi :
1. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
2. Mudah melakukan komunikasi
3. Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )
4. Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6. Mudah memenuhi kebutuhan

Dampak negatif Globalisasi:
1. Informasi yang tidak tersaring
2. Perilaku konsumtif
3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
5. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat
 
Sementara Pengertian Kebudayaan adalah : 
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Dari berbagai wacana diatas maka bisa sedikit kita menyimpulkan bahwa Globalisasi, Teknologi dan Kebudayaan itu sangat erat kaitannya.Jika kita tidak bisa mempertahankan atau menjaga kebudayaan yang kita punya maka kebudayaan yang kita punya pun akan hilang tersingkirkan oleh globalisasi dan teknologi.bahkan dampaknya pun sudah bisa kita rasakan saat ini.Kita ambil contoh dari permainan anak-anak.pada saat saya masih kecil banyak sekali permainan rakyat (tradisional) yang identik dengan kebudayaan di berbagai daerah masing-masing, Seperti : Congklak, Gasing, Bekel, Kelereng, Petak Umpet, Petak Jongkok, Layang-Layang dll.
Namun,apa yang terjadi sekarang???
Globalisasi dan Teknologi telah mengubah semuanya..
Mungkin banyak anak kecil yang tidak mengenal congklak..
Sudah jarang anak-anak duduk bersama bermain bola bekel..
dan Layang-Layang yang sudah jarang terlihat di udara.
Karena banyak anak-anak sekarang lebih memilih bermain di depan komputer, bermain dengan PC tabletnya bahkan sibuk dengan Smartphone di genggamannya.
Miris rasanya melihat semua ini terjadi, ingin rasanya semua kembali seperti dulu lagi.Namun, apalah daya raga ini untuk melawan dunia global.
Semoga kita dapat terus menjaga kebudayaan yang sudah diturunkan oleh nenek moyang kita dan semoga dampak ini tidak terus berlanjut sampai ke anak,cucu kita.. CMIIW
Mohon maaf jika ada salah kata dalam kesimpulan si penulis. namanya juga belajar.. V^-^
Terima Kasih..
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR

Mitos Di Kebun Raya Bogor Kota Bogor


Ketika Mitos Merasuki Cinta
Ada mitos yang mencuat mengenai Kebun Raya Bogor. Bahwasanya salah satu lingkungan tempat istana presidenberdiri tersebut, dapat menyebabkan kisah cinta seseorang akan berakhir setelah mengunjunginya. Pada sisi lain, banyak orang tak meragukan pula bahwa Kebun Raya “Arnoldi” ini sangatlah cocok sebagai tujuan rekreasi bersama pasangan.
Percaya mitos ketika teknologi sedang kencang berlari seperti sekarang memang menggelikan. Apalagi hal itu dikait-kaitkan dengan keutuhan cinta sepasang kekasih. Akan tetapi, begitulah sifat mitos. Tak akan berbeda seperti halnya teknologi. Terus berkembang dan hidup di tengah-tengah masyarakat sejak dahulu hingga mungkin, akhir dari pada hayat dikandung badan.
Mengapa kita berjumpa dengan mitos di kehidupan ini? Kalau kita pikir bersama-sama, Glowers, tentu saja itu adalah buah cipta dari para pendahulu kita. Mereka sengaja menghembuskan cerita-cerita “aneh” untuk menjaga kehidupan agar tetap arif dan bijaksana sampai ke anak-cucu. Niat awalnya sebagian besar seperti itu. Tapi, sekali lagi, petuah-petuah mereka yang berseliweran dari mulut ke mulut selama bertahun-tahun, bahkan berabad-abad, begitu mengusik kehidupan kita yang sekarang – dalam beberapa hal, malah mengganggu kemajuan. Khusus mitos yang berkembang di Kebun Raya Bogor, tampaknya punya kaitan dengan tahun-tahun yang belum lama ada di belakang kita. Boleh jadi, mitos “cinta akan berakhir” di Kebun seluas 80 Hektar tersebut mulai dibangun ketika kisah cinta presiden RI pertama, Bung Karno, sedang mengalami badai nan dasyhat.
Glowers tidak percaya? Memang seharusnya tidak. Ini hanyalah satu dari sekian banyak versi dari mitos tersebut. Lagipula, mitos, memang sering kali tidak jelas sekali pun kita menelusuri asal-usulnya sejauh mungkin.
Prahara Cinta Pemimpin Revolusi
Beberapa tahun setelah kemerdekaan Indonesia dari tangan kolonial, Soekarno telah menjadi pemimpin tertinggi bangsa. Waktu itu tahun 1950-an ketika sang presiden berkunjung ke Salatiga dalam rangka tugas kepemerintahan. Tak dinyana, di kota kecil itulah ia menemukan second lady, Hartini.
Gemuruh cinta Bung Karno tak mampu terbendung meski ia telah menikah dengan Fatmawati yang sudah hidup bersamanya di Istana Merdeka, Jakarta. Kata-kata meluncur dalam wujud surat cintanya kepada Hartini. Dikabarkan, sebagai orang timur, Hartini memang tidak sungkan untuk menerima pinangan seorang pria sekaliber Bung Karno. Masalahnya hanya keberadaan Fatmawati sebagai first lady. Ia khawatir kesediaannya menerima cinta sang presiden akan berbuntut pada gunjingan bahwa ia merusak rumah tangga seseorang, apalagi seorang pemimpin negara. Namun cinta adalah soal hati. Bung Karno semakin memperbesar bobot kata per kata menyerupai puisi dalam tulisan di suratnya kepada Hartini. Coba Glowers simak kata pamungkas Bung Karno yang menjadikan Hartini akhirnya memutuskan untuk “menyerah”.
“Tien, I can’t work without you. Meski kamu istri kedua, kamu tetap istri saya yang sah. Biarpun kamu tidak tinggal di Istana Negara, kamu tetap menjadi ratu. Kamu akan menjadi ratu yang tidak bermahkota di Istana Bogor.”
Pernikahan keduanya pun dilangsungkan di Istana Cipanas, 7 Juli 1954. Meski Hartini member syarat kepada Bung Karno untuk tidak menceraikan dan tetap menjadikan Fatmawati sebagai first lady, pada kenyataannya, pernikahan tersebut menuai amarah besar dan membuat Fatmawati hengkang dari Istana Merdeka. Protes pun bersambutan dari berbagai elemen gerakan perempuan yang kala itu sedang berupaya memberantas kesalahpahaman umat muslim dalam melakukan pernikahan poligami. Banyak kata, banyak aksi. Semenjak itu pula, rumah tangga presiden RI pertama, Soekarno berada dalam kemelut. Mungkinkah itu awal mula mitos “cinta akan berakhir” di Istana (kebun raya) Bogor dimulai?
 Kesimpulan :
Mitos berfungsi sebagai identitas lokal. Penggunaan mitos untuk penulisan sejarah harus dicermati secara kritis karena banyak kelemahan dan penentuan temporal yang tidak jelas. Mitos sengaja dibuat di antaranya untuk menonjolkan peran seseorang dengan tujuan legitimasi kekuasaan atau pembenaran atas hak dan wewenang kelompok tertentu.
(http://blog.fitb.itb.ac.id/BBrahmantyo/?p=817)

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR