UNDER CONSTRUCTION !!!

Senin, 12 Desember 2011

Faktor Yang Mempengaruhi Kemajuan Koperasi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Mungkin dari blog tetangga sudah banyak yang posting tentang factor-faktor yang mempengaruhi kemajuan dari koperasi.Namun disini saya mencoba untuk posting yang agak sedikit berbeda. Meskipun mungkin sumbernya akan sama, setidaknya disini saya mencoba untuk berbeda lah istilahnya. kan gak enak kalo Cuma copy paste tulisan orang.hee..
Harap dimaklumi yah kalo tulisannya jelek atau kurang berbobot, malah mungkin tidak berbobot. namanya juga belajar.. ;)
Seperti yang sudah kita ketahui di blog tetangga, factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kemajuan koperasi itu ada dua. Yaitu factor internal dan factor eksternal.
Faktor internal itu sendiri terdiri dari partisipasi anggota, Solidaritas antar anggota koperasi, Pengurus koperasi yang juga tokoh masyarakat, Skala usaha, Perkembangan modal, Keterampilan Manajerial, Jaringan Masyarakat, Jumlah dan Kualitas Sumber Daya Manusia Para Pengurus dan Manajer, Pemilikan dan Pemafaatan Perangkat Teknologi Produksi dan Informasi, Sistem manejemen, dan Kinerja Pengurus.
Sementara Faktor Eksternal itu terdiri dari Komitmen pemerintah untuk menempatkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, Sistem prasarana, pelayanan, pendidikan dan penyuluhan, Iklim pendukung perkembangan koperasi, Dicabutnya Fasilitas Tertentu Oleh Pemerintah, dan Tingkat harga.
Waduhh.. banyak amat yah ??? bisa selesai besok malem nih kalo harus dijelasin satu-satu. Lagian juga lagi capek nih abis UTS, Udah gitu harus dikumpulin paling lambat jam 12 teng :D Untuk itu disini saya akan coba membahas sedikit saja yah tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan koperasi. Seperti yang waktu itu dibahas saat acara perkuliahan ajah.Diantaranya ada Modal, Sumber Daya Manusia dan Inovasi Produk.
Modal
Modal, apa sih yang dimaksud dengan modal ? Sejalan dengan perkembangan teknologi dan makin jauhnya spesialisasi dalam perusahaan serta makin banyaknya perusahaan-perusahaan yang menjadi besar, maka modal mempunyai arti yang lebih menonjol lagi. Masalah modal dalam perusahaan merupakan masalah yang tidak akan pernah berakhir karena bahwa masalah modal itu mengandung begitu banyak dan berbagai macam aspek. Hingga saat ini di antara para ahli ekonomi juga belum terdapat kesamaan opini tentang apa yang disebut modal.
Jika di lihat dari sejarahnya, maka pengertian modal awalnya adalah physical oriented. Dalam hubungan ini dapat dikemukakan misalnya pengertian modal yang klasik, “dimana arti dari modal itu sendiri adalah sebagai hasil produksi yang digunakan untuk memproduksi lebih lanjut”. Dalam perkembangannya ternyata pengertian modal mulai bersifat non-physical oriented, dimana pengertian modal tersebut lebih ditekankan pada nilai, daya beli atau kekuasaan memakai atau menggunakan, yang terkandung dalam barang-barang modal, meskipun dalam hal ini belum ada kesesuaian pendapat di antara para ahli ekonomi sendiri.
Dalam hal ini Bambang Riyanto menuliskan dalam bukunya definisi modal menurut beberapa penulis.
“Pengertian modal dari beberapa penulis, yaitu sebagai berikut:
  1. Liitge mengartikan modal hanyalah dalam artian uang (geldkapital).
  2. Schwiedland memberikan pengertian modal dalam artian yang lebih luas, di mana modal itu meliputi baik modal dalam bentuk uang (geldkapital), maupun dalam bentuk barang (sachkapital), misalnya mesin, barang-barang dagangan, dan lain sebagainya. Kemudian ada beberapa penulis yang menekankan pada kekuasaan menggunakannya, yaitu antara lain J.B. Clark.
  3. A. Amonn J. von Komorzynsky, yang memandang modal sebagai kekuasaan menggunakan barang-barang modal yang belum digunakan, untuk memenuhi harapan yang akan dicapainya.
  4. Meij mengartikan modal sebagai “kolektivitas dari barang-barang modal” yang terdapat dalam neraca sebelah debit, sedangkan yang dimaksud dengan barang-barang modal ialah semua barang yang ada dalam rumah tangga perusahaan dalam fungsi produktifnya untuk membentuk pendapatan.
  5. Polak mengartikan modal ialah sebagai kekuasan untuk menggunakan barang-barang modal. Dengan demikian modal ialah terdapat di neraca sebelah kredit. Adapun yang dimaksud dengan barang-barang modal ialah barang-barang yang ada dalam perusahaan yang belum digunakan, jadi yang terdapat di neraca sebelah debit.
  6. Bakker mengartikan modal ialah baik yang berupa barang-barang kongkret yang masih ada dalam rumah tangga perusahaan yang terdapat di neraca sebelah debit, maupun berupa daya beli atau nilai tukar dari barang-barang itu yang tercatat di sebelah kredit”.


Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi. Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi.
Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau (MSDM). Dalam bidang ilmu ini, terjadi sintesa antara ilmu manajemen dan psikologi. Mengingat struktur SDM dalam industri-organisasi dipelajari oleh ilmu manajemen, sementara manusia-nya sebagai subyek pelaku adalah bidang kajian ilmu psikologi.
Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka.
Inovasi
Reka baru (bahasa Inggris: innovation) dapat diartikan sebagai proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).
Reka baru sebagai suatu “objek” juga memiliki arti sebagai suatu produk atau praktik baru yang tersedia bagi aplikasi, umumnya dalam suatu konteks komersial. Biasanya, beragam tingkat kebaruannya dapat dibedakan, bergantung pada konteksnya: suatu inovasi dapat bersifat baru bagi suatu perusahaan (atau agen/aktor), baru bagi pasar, atau negara atau daerah, atau baru secara sejagat. Sementara itu, reka baru sebagai suatu “kegiatan” merupakan proses penciptaan reka baru, seringkali diidentifikasi dengan komersialisasi suatu reka cipta.
Istilah reka baru memang sering diartikan secara berbeda, walaupun pada umumnya memiliki pemaknaan serupa.
Reka baru, dalam ilmu lingusitik adalah fenomena munculnya kata-kata baru dan bukan kata-kata warisan. Reka baru berbeda dengan neologisme. Reka baru bersifat 'tidak sengaja'.
Mmmhh.. berbicara tentang inovasi saya jadi teringat sebuah ucapan teman yang katanya sih dia  dapet dari seorang pakar atau orang yang ahli dibidang ini, entah siapa namanya saya juga tidak tahu :D.
Kalo menurut ucapan temen sih katanya tidak ada yang namanya produk baru. Yang ada hanya kombinasi baru. Entah mana yang bener saya juga gak tahu.. jangan tanya ama saya yah.. :D kembali lagi ke pandangan kita masing-masing. Namanya juga hidup, perbedaan itu pasti ada dan sudah menjadi sesuatu yang biasa. Karena seperti yang kita ketahui kalo dengan adanyanya perbedaan itu akan membuat hidup kita semakin indah. Aseekk..Asekk..
Mungkin cukup sekian tulisan saya tentang factor yang mempengaruhi kemajuan koperasi.Mohon maaf kalo ada yang salah. Namanya juga belajar :D


TUGAS EKONOMI KOPERASI

Kamis, 17 November 2011

Tugas Puisi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Puisi tentang harapan..
akhirnya setelah sekian lama mencari ilham dan menunggu feelnya dateng. puisi tentang harapan ini kelar juga :D
puisi ini original buatan saya lho..
yahh.. meskipun terinspirasi dari beberapa lagu gitu deh..(fall for you, give you my all, Road to Nowhere)
langsung aja deh.. cekidot gan..


Harapanku..

Rasa lelah dan sepi ini masih terus menghantui..
Terperangkap dalam hari-hari yang sangat sunyi.
Ingin sekali ku berlari dari kenyataan yang sangat menyakitkan ini.
Untuk berusaha bangkit dan tetap tegar berdiri.
Aku muak dengan semua ini..
Aku benci dengan semua yang terjadi saat ini..
Aku bosan jika harus merindukanmu untuk hadir disini..
Bintang terus bersinar..
Dan bulan pun masih selalu menyinari malamku dengan sejuta keindahannya.
Namun tak bisa ku pungkiri..
Bahwa sesungguhnya hanyalah bayang wajahmu yang ada..
Sungguh ku berharap kau datang kembali untuk mengisi hari-hari ini..
Menemaniku untuk melewati malam-malamku yang sepi..
Karena wanita sepertimu sangatlah sulit unuk ditemui..

Cipt : Tito Agus P.


Nah, Kalo yang ini itu tugas puisi yang bertemakan tentang sebuah penghormatan. Special Thank to Yunita D.Hapsari yang udah memberikan sedikit gambaran dalam upaya pembuatan puisi ini ;)
langsung aja.. Cekidot gan..

UNTUKMU PAHLAWANKU

INDONESIA..
Adalah Negara yang Mungkin telah merdeka dari penjajah..
Meskipun tanpa kita sadari bahwa sesungguhnya kita masih di jajah..
Begitu banyak waktu yang terbuang..
Begitu banyak tetesan air mata yang berlinang..
Begitu banyak nyawa yang telah melayang..
Apakah kita pernah mencoba merenung atas semua pengorbanan yang telah mereka lakukan ?
Apakah kita pernah berfikir betapa sulitnya mendapatkan sebuah kemerdekaan ?
Betapa beruntungnya kita yang terlahir di masa depan..
Yang harus berjuang tanpa harus mengepalkan tangan..
Namun, apakah kalian tahu apa yang akan terjadi dengan para pahlawan di masa yang akan datang ?
Mungkin mereka akah tersisih, bahkan mungkin akan terlupakan..
Terima Kasih untuk semua pengorbananMu..
Terima Kasih atas semua jasa-jasaMu..
Hormatku akan selalu ada untukMu..
Wahai para PAHLAWANKU…


Cipt : Tito Agus P.


TUGAS ILMU BUDAYA DASAR

Minggu, 13 November 2011

Manusia dengan Pandangan Hidup

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Kembali lagi dengan tugas yang sama namun dengan tema yang berbeda kali ini saya disuruh ibu dosen untuk mengutip sebuah cerita yang berasal dari sebuah buku yang berhubungan dengan Manusia dan Pandangan Hidup.
Kali ini saya akan membahas tentang pandangan hidup Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.
S.M. Kartosoewirjo adalah sosok yang gigih dan tak kenal lelah dalam memperjuangkan agar indonesia menjadi negara islam atau negara non-sekuler. Bertahun-tahun Kartosoewirjo berjuang dengan pasukan geriliyanya melalui pergerakan yang dikenal dengan nama DI/TII. Gerakan yang dianggap sebagai pemberontakan oleh pemerintah Soekarno ini nyatanya cukup sulit diberantas.
Berbicara tentang DI/TII, maka tidak akan lepas dari sosok S.M. Kartosoewirjo. Ia adalah imam yang memimpin gerakan ini selama bertahun-tahun. Perjuangannya didasari keinginan untuk membentuk Indonesia menjadi Negara Islam, bukan negara Sekuler. Oleh karena itu ia banyak bertentangan dengan tokoh-tokoh nasionalis seperti Soekarno.
Padahal, Soekarno dan Kartosoewirjo merupakan murid H.O.S Tjokroaminoto. Jika Soekarno mewarisi keahlian berpidato dari Tjokroaminoto, Kartosoewirjo justru mewarisi keahlian tulis menulis.
Tjokroaminoto juga banyak mempengaruhi sikap, tindakan dan orientasi politik Kartosoewirjo hingga ia menjadi sosok yang Islam-minded.Semua aktivitasnya kemudian hanya untuk mempelajari Islam dan berbuat Islam semata. Pada akhirnya Kartosoewirjo bercita-cita mendirikan negara Islam (Daulah Islamiyah).
Kartosoewirjo sejak awal sudah memiliki gagasan tentang suatu masyarakat Islam yang benar-benar sempurna, baik secara ideologi maupun ide, Dalam satu hal tulisannya ia menulis "Bahwa semua orang dapat ikut membangun dunia baru yang memberi jaminan akan kemakmuran, bagi tiap-tiap bagian daripada Keluarga Asia Timur Raya, apabila mereka kembali kepada ajaran Rasulullah dan umat Islam sadar akan kedudukannya."
Dalam buku Daftar Usaha Hidjrah PSII, Kartosoewirjo membagi struktur masyarakat Indonesia ke dalam tiga bagian.
Pertama, masyarakat Hindia Belanda sebagai  penjajah yang berkuasa. Kedua,  masyarakat Indonesia yang belum memiliki hukum mauoun hak dan tidak mempunyai pemerintahan sendiri. Ketiga, masyarakat Islam yang berada dibawah Darul Islam.
Kartosoewirjo juga membedakan antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat Islam. Masyarakat Indonesia mengarahkan langkah dan sepak terjangnya ke arah Indonesia Raya supaya berbakti kepada negeri tumpah darahnya.Sebaliknya, kaum muslimin yang hidup dalam masyarakat Islam atau Darul Islam tidak ingin berbakti kepada Indonesia atau siapa pun melainkan hanya ingin berbakti kepada Allah Swt.
Jadi, maksud dan tujuan Darul Islam bukan Indonesia Raya, melainkan Darul Islam yang sesempurnya-sempurnanya, tempat setiapMuslim menjalankan hukum-hukum Tuhan. Tidak heran jika pemikiran politik Kartosoewirjo berujung pada obsesi pendirian Negara Islam Indonesia. Baginya, NII adalah wadah satu-satunya untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat.

Agar tidak terjadi kesalahpahaman, perlu saya tegaskan bahwa cerita ini adalah kutipan dari sebuah buku. dan cerita ini ditujukan murni hanya untuk pengerjaan tugas semata tanpa ada unsur apa pun.
Sekali lagi saya meminta maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan. Tidak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada sumber dari tulisan diatas.baik untuk penulis,pengarang dan penerbit buku.

Sumber :
Ade Firmansyah, (2011), SM. Kartosoewirjo Biografi Singkat 1907-1962, Cetakan Kedua, Jogjakarta : Garasi
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR

Manusia dengan Keadilan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dalam tugas ini saya disuruh ibu dosen untuk menngutip sebuah cerita yang berasal dari sebuah buku yang berhubungan dengan Manusia dan Keadilan.
Setelah panas-panasan mencari di sebuah book store yang ada di jalan margonda akhirnya saya menemukan sebuah tulisan yang berhubungan dengan tema yang dimaksud.
Sebelumnya saya minta maaf kepada semua pihak jikalau nantinya terdapat kesalahan dalam penulisan ini.baik berupa kesalahan dalam penulisan nama maupun isi dari tulisan yang asli.dan tanpa bermaksud untuk mengubah tulisan aslinya.
mohon maaf untuk judul tulisan aslinya sendiri saya lupa namun yang pasti tulisan ini dibuat oleh YOVINUS GUNTUR/ANGGA HAKSORO pada 28 april 2011 dan ada di halaman 99 dengan judul bukunya DI MANA NEGARA Kumpulan Kisah VHRmedia dengan pengarang Redaksi VHR,dan penerbit Spasi & VHR Book.

Tulisan ini membahas tentang seorang single parents yang berjuang untuk menghidupi keluarga di Sidoarjo, di tepi lumpur LAPINDO dengan cara mengojek.
Herawati,ialah sosok perempuan bersayap besi, tegar berdiri untuk melakukan pekerjaan ini sejak tahun 2007 dan tidak canggung berada diantara puluhan pengojek yang mangkal di tanggul lumpur LAPINDO.
"Ojek adalah pilihan terakhir saya. Meski harus berjuang melawan sengatan matahari, tetap akan saya lakukan untuk menghidupi keluarga,"kata Herawati.
Sebelum suaminya meninggal dan Desa Siring belum tenggelam ia sempat memiliki warung yang keuntungannya dari penjualannya lumayan untuk menghidupi keluarga.dengan kebutuhan yang semakin banyak dan pendapatan yang tidak menentu Herawati juga menjual VCD berisi rekaman meluapnya lumpur Lapindo lima tahun lalu.
Menurut Herawati, anaknya mengaku kerap malu kepada teman dan tetangga karena ibunya berprofesi sebagai pengojek. Butuh waktu untuk memberikan pengertian soal pilihan profesi yang terpaksa diambilnya.
Herawati berharap PT Minarak Lapindo Jaya segera menyelesaikan ganti rugi.Dia baru menerima ganti rugi Rp.80 Juta dari Rp.150 juta yang seharusnya diterima. Pembayaran cicilan ganti rugi juga macet selama tiga bulan terakhir.
Herawati berniat berhenti mengojek setelah ganti rugi lunas.Dia ingin kembali merintis usaha kecil-kecilan. "Anak saya harus menjadi orang sukses. Sebisa mungkin mereka terus sekolah.**

Perlu saya tegaskan sekali lagi. tulisan dari cerita di atas hanyalah sebuah kutipan dari tulisan aslinya.penulis hanya berusaha mengubah sedikit kata-kata atau kalimat tanpa bermaksud untuk mengubah isi tulisan aslinya dengan tujuan untuk mengambil pokok pembahasannya saja.
Sekali lagi saya meminta maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan. Tidak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada sumber dari tulisan diatas.baik untuk penulis,pengarang dan penerbit buku.

Sumber :   
YOVINUS GUNTUR/ANGGA HAKSORO dan REDAKSI VHR (2011), DI MANA NEGARA Kumpulan Kisah VHRmedia, CETAKAN PERTAMA . JAKARTA : SPASI & VHR BOOK
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR

Senin, 24 Oktober 2011

TEORI-TEORI ETIKA BISNIS

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Etika Bisnis..
Sepertinya sudah pernah saya bahas..
kalo mau lebih jelasnya klik aja ini Pengertian Etika Bisnis.
Lalu mengenai Teorinya..
Menurut Sumber yang saya dapat.Teori Etika Bisnis ada 2, Yaitu Etika Teologi dan Teori Deontologi.
Kita Mulai dari Etika Teologi.
Etika Teologi adalah etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibatnya yang ditimbulkan atas tindakan yang dilakukan. Suatu tindakan dinilai baik, jika bertujuan mencapai sesuatu yang baik,atau akibat yang ditimbulkannya baik dan bermanfaat. Misalnya : mencuri sebagai etika teleology tidak dinilai baik atau buruk. berdasarkan tindakan itu sendiri, melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu. Jika tujuannya baik, maka tindakan itu dinilai baik. Contoh seorang anak mencuri untuk membiayai berobat ibunya yang sedang sakit, tindakan ini baik untuk moral kemanusian tetapi dari aspek hukum jelas tindakan ini melanggar hukum. Sehingga etika teologi lebih bersifat situasional, karena tujuan dan akibatnya suatu tindakan bisa sangat bergantung pada situasi khusus tertentu. Karena itu setiap norma dan kewajiban moral tidak bisa berlaku begitu saja dalam situasi sebagaimana dimaksudkan.
dalam Etika Teologi terdapat 2 Filosofi. yaitu
  • Egoism 
Perilaku yang dapat diterima tergantung pada konsekuensinya. Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar. Memaksimalkan kepentingan kita terkait erat dengan akibat yang kita terima.
  • Utilitarianism
Semakin tinggi kegunaannya maka semakin tinggi nilainya. Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

Sedangkan yang dimaksud Teori Deontologi adalah : berasal dari bahasa Yunani , “Deon“ berarti tugas dan “logos” berarti pengetahhuan. Sehingga Etika Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibatnya atau tujuan baik dari tindakanyang dilakukan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lainnya, bahwa tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindkan itu. Contoh : jika seseorang diberi tugas dan melaksanakanny sesuai dengan tugas maka itu dianggap benar, sedang dikatakan salah jika tidak melaksanakan tugas.
sumber
TUGAS ETIKA BISNIS 

Selasa, 18 Oktober 2011

Tugas Tentang Phobia

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sambil nungguin waktunya pulang kerja mending ngerjain tugas dulu.Hee...
Tugas kali ini yaitu mengenai Phobia. Mungkin kita sudah pernah atau sering mendengar istilah ini.Tapi,tahukan anda tentang arti dan macam-macam phobia ?
dari pada puyeng mikirinnya mendingan baca nih..

PENGERTIAN PHOBIA
Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara di bayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.
Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrem seperti trauma bom, terjebak lift dan sebagainya.
Seseorang yang pertumbuhan mentalnya mengalami fiksasi akan memiliki kesulitan emosi (mental blocks) dikemudian harinya. Hal tersebut dikarenakan orang tersebut tidak memiliki saluran pelepasan emosi (katarsis) yang tepat. Setiap kali orang tersebut berinteraksi dengan sumber Fobia secara otomatis akan merasa cemas dan agar "nyaman" maka cara yang paling mudah dan cepat adalah dengan cara "mundur kembali"/regresi kepada keadaan fiksasi. Kecemasan yang tidak diatasi seawal mungkin berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif yang secara terus menerus ditekan kembali ke bawah sadar (represi). Pola respon negatif tersebut dapat berkembang terhadap subjek subjek fobia lainnya dan intensitasnya semakin meningkat. Walaupun terlihat sepele, “pola” respon tersebut akan dipakai terus menerus untuk merespon masalah lainnya. Itu sebabnya seseorang penderita fobia menjadi semakin rentan dan semakin tidak produktif. Fobia merupakan salah satu dari jenis jenis hambatan sukses lainnya.
Beberapa istilah sehubungan dengan fobia :
  • afrophobia — ketakutan akan orang Afrika atau budaya Afrika.
  • agoraphobia - takut pada lapangan
  • antlophobia — takut akan banjir.
  • bibliophobia - takut pada buku
  • caucasophobia — ketakutan akan orang dari ras kaukasus.
  • cenophobia — takut akan ruangan yang kosong.
  • claustrophobia - takut akan naik lift.
  • dendrophobia - takut pada pohon
  • ecclesiophobia - takut pada gereja
  • felinophobia - takut akan kucing
  • genuphobia - takut akan lutut
  • hydrophobia — ketakutan akan air.
  • hyperphobia - takut akan ketinggian
  • iatrophobia - takut akan dokter
  • japanophobia - ketakutan akan orang jepang
  • lygopobia - ketakutan akan kegelapan
  • necrophobia - takut akan kematian
  • panophobia - takut akan segalanya
  • photophobia — ketakutan akan cahaya.
  • ranidaphobia - takut pada katak
  • schlionophobia - takut pada sekolah
  • uranophobia - ketakutan akan surga
  • venustraphobia - takut pada perempuan yang cantik
  • xanthophobia - ketakutan pada warna kuning
  • arachnophobia - ketakutan pada laba-laba
  • lachanophobia - ketakutan pada sayur-sayuran
Sepintas terlihat lucu-lucu yah.. :D
takut pada sekolah, takut akan buku, dan yang paling aneh nih takut pada perempuan yang cantik.
aduuhh.. disaat semua orang ingin punya pasangan atau dekat dengan perempuan yang cantik kok ini malah takut sih ??? aneh bangedd.. 
Tapi sayang saya tidak ngebahas soal itu :P.
yang akan saya bahas adalah Photopobia yaitu ketakutan akan cahaya.
Mau tau lebih lengkapnya ? Baca aja nih..
Photophobia, juga sering dikenal sebagai "Autisme mata" adalah gejala intoleransi abnormal untuk persepsi visual cahaya. Sebagai fotofobia gejala medis tidak wajar rasa takut atau fobia , tetapi sebuah pengalaman ketidaknyamanan atau nyeri ke karena paparan cahaya atau oleh adanya mata fisik yang sebenarnya fotosensitifitas mata, meskipun istilah ini kadang-kadang tambahan diterapkan untuk abnormal atau irasional takut cahaya seperti heliophobia .

 

Penyebab

Pasien dapat mengembangkan fotofobia sebagai akibat dari beberapa kondisi medis yang berbeda, berkaitan dengan mata atau sistem saraf .
Fotofobia dapat disebabkan oleh peningkatan respon terhadap cahaya mulai pada setiap langkah dalam sistem visual , seperti:
  • Terlalu banyak cahaya yang memasuki mata. Terlalu banyak cahaya bisa masuk mata jika sudah rusak, seperti dengan abrasi kornea dan kerusakan retina, atau jika seorang murid (s) tidak mampu untuk normal menyempit (terlihat dengan kerusakan pada saraf oculomotor ).
  • Overstimulation dari fotoreseptor di retina
  • Impuls listrik yang berlebihan pada saraf optik
  • Berlebihan respon dalam sistem saraf pusat
Penyebab umum termasuk fotofobia sakit kepala migrain , katarak , atau berat penyakit optalmologi seperti uveitis atau abrasi kornea .

Penyebab fotofobia berkaitan langsung dengan mata itu sendiri meliputi:
 Penyebab neurologis untuk fotofobia meliputi:

Penyebab lain

Pengobatan

Pengobatan terbaik untuk sensitivitas cahaya adalah dengan mengatasi penyebab yang mendasari. Setelah faktor pemicu diobati, fotofobia menghilang di banyak tapi tidak semua kasus. 
Pasien dengan fotofobia akan memalingkan muka mereka dari cahaya langsung (sinar matahari dan lampu kamar), atau mungkin mencari tempat berlindung dari ruang gelap atau memakai kacamata .
Sebuah studi oleh Stringham dan Hammond, diterbitkan dalam edisi Jan-Feb Journal of Food Science, membahas peningkatan kinerja visual dan penurunan senitivity cahaya (silau) pada subyek mengambil 10 mg Lutein dan Zeaxanthin 2 mg per hari.

Akhirnya pas juga..
Begitu tugas selesai, waktu pulang pun sudah tiba.. Pulang ahh..

Sumber 1
Sumber 2

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 

TUGAS TENTANG PROSA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


yupp..ketemu lagi nih.Dalam kesempatan kali ini saya mendapatkan tugas untuk menganalisis suatu prosa.Namun,sebelum kita masuk ke dalam sebuah cerita,kita cari tau dulu yuk pengertian dari prosa dan jenis-jenisnya.

PENGERTIAN PROSA
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis: prosa naratif, prosa deskriptif, prosa eksposisi, dan prosa argumentatif.
Prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat. Bentuk-bentuk prosa baru adalah sebagai berikut:
1. Roman, adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Roman mengungkap adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh, alur bercabang-cabang, banyak digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut.
Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:
Roman transendensi, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.
Roman sosial, memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.
Roman sejarah, yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.
Roman psikologis, yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.
Roman detektif, yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.
2. Novel, berasal dari Italia yaitu novella ‘berita’. Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib pelaku. lika roman condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen. Contoh: Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer, Perburuan oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah oleh Iwan Simatupang, Surabaya oleh Idrus.
3. Cerpen, adalah bentuk prosa baru yang menceritakam sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan telapi hat itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Contoh: Radio Masyarakat oleh Rosihan Anwar, Bola Lampu oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh. Kosim, Wajah yang Bembah oleh Trisno Sumarjo, Robohnya Surau Kami oleh A.A. Navis.
4. Riwayat (biografi), adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.I Habibie, Ki Hajar Dewantara.
5. Kritik, adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan menghakimi.
6. Resensi, adalah pembicaraan / pertimbangan / ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari ebrbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.
7. Esai, adalah ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll. menurut selera pribadi penulis sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat pribadi.
 nah.. sekarang udah pada tau kan ???
setelah lama berpikir akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada sebuah cerpen yang sumbernya dari sini.
Cekidot gann..
HUJAN YANG INDAH

Jika Anda orang yang menyukai hujan, datanglah ke kotaku. Di sini dapat Anda saksikan hujan yang indah bak lukisan.
Aku tidak bohong. Di sini hujan turun seperti gadis kecil yang pemalu, tetapi selalu riang. Kadang kala kubayangkan hujan mengetuk-ngetuk bumi dengan kaki-kaki gadis kecil yang menari kian kemari. Aspal, trotoar, dan pepohonan basah tapi ceria turut menari bersama.
Di sini hujan sering turun dan, uniknya, hampir selalu hanya berupa gerimis. Sesekali saja terjadi hujan lebat dengan angin ribut atau geledek membentak-bentak di angkasa.
Apabila hujan turun, aku paling suka duduk dekat jendela sambil melipat tangan di meja. Kulayangkan pandangan ke luar sambil menyimak ketukan air tempias ke kaca. Dari jendela tampak dinding-dinding dan atap bangunan kuno di seberang jalan. Dalam kondisi kering, tembok dan atapnya tampak kelabu terang, tapi setelah dibasahi hujan, warnanya menggelap dan terlihat misterius, seakan-akan di dalam gedung itu ada makhluk-makhluk gaib yang bergentayangan. Pada bagian tertentu meruap juga nuansa merah bata yang asli, meski tidak mencolok. Bangunan itu ada sebelum aku dilahirkan dan seingat aku bentuknya tidak pernah diubah oleh pemiliknya.
Selain itu, yang kuintai manakala hujan tengah mempersembahkan baktinya kepada bumi adalah angkasa kelabu yang menggigil dan memuncratkan seluruh embun yang menggenangi permukaannya kepada bentang alam yang telentang pasrah. Pernah aku membayangkan langit sebagai dada perempuan yang berdegup dengan suasana batin seorang ibu yang prihatin dan bersedih. Dada yang subur. Dada yang telanjang, tetapi sensualitasnya terselubung oleh uap samar yang menenangkan. Kemudian dada itu berpeluh. Peluh yang menyembul melalui pori-pori dan melapisi kulitnya yang halus dengan genangan embun bening menebal. Ketika angin menepuk dada itu, genangan itu luruh menjadi hujan.
Aku pernah mengungkapkan gambaran tersebut kepada seorang teman, tetapi dia mencibir seraya berujar, ”Bukankah seharusnya dada memuncratkan air susu? Mengapa keringat? Lalu di mana keindahannya? Ada-ada saja kamu ini. Air susu adalah metafora bagi cinta seorang ibu. Mestinya kamu tahu, sengawur apa pun imajinasi, sepatutnya diperkuat logika—mungkin dalam ketidakmungkinannya.”
”Haruskah begitu?”
Dia tertawa, kemudian dengan gaya merenung yang dibuat-buat dia bersabda, ”Kamu ini naif sekali. Bergaya penyair, tapi tidak paham perkara remeh seperti itu.”
”Aku tidak bermaksud bergaya penyair.”
Temanku tersenyum dan kupikir itu senyuman orang jahat. Agar tidak menambah kesan jahat pada dirinya, aku tidak pernah lagi mengungkapkan apa pun yang melintas di benakku sebagai apa yang dia istilahkan ”buah imajinasi”. Anehnya, setelah hijrah ke luar negeri, dia lebih sering bertanya soal hujan kepadaku lewat telepon, pesan singkat, dan surat elektronik. Aku hanya menjawab sekenanya. Kemudian dia memprotes.
Protes itu dia lontarkan dalam obrolan via internet. Saat itu matahari tengah memancarkan cahayanya dengan murah hati. Akhir pekan yang cerah. Terlalu cerah malah.
”Dulu kamu sering berkomentar tentang hujan. Kau bilang indahlah, romantislah, begini, begitu. Sekarang kenapa kering ungkapanmu? Apakah sudah jelek hujan di sana sekarang?”
Uh, sinis sekali.
”Hujannya tetap seperti dulu.”
”Lalu?”
”Aku tidak bisa ceritakan. Kalau kamu mau tahu, pulanglah dan saksikan sendiri. Tak bisa kamu mencerap keindahan hanya lewat komentar orang lain.”
”Wah, hebatnya!”
”Salah sendiri, bertanya soal hujan pada saat matahari bersinar terang.”
”Oh, di sana cerah sekarang?”
”Ya.”
”Di sini beku. Kami dikepung salju seminggu penuh!”
Lambat laun kami semakin jarang berkomunikasi. Mungkin dia sibuk. Aku sendiri sibuk, ditambah kehadiran perempuan yang menjadi ibu bagi putra-putriku. Selanjutnya anak-anak mempersembahkan cucu-cucu untuk kami. Kawanku yang kadang-kadang menyebalkan itu tidak pernah mudik dan tanpa kabar lagi.
Kebiasaanku menikmati hujan tidak pernah berubah, meski tidak sesering dulu. Mungkin intensitas penikmatannya pun tidak sedalam dulu, entahlah. Sesekali aku masih keluar rumah ketika gerimis mulai turun, yang menimbulkan kejengkelan anak bungsuku dan menantu yang tinggal serumah dengan kami. Istriku sendiri tidak banyak cakap. Kukira dia sudah tahu tidak ada gunanya melarang aku menikmati hujan.
”Kalau Papa sakit bagaimana? Sudah tua masih suka keluyuran dalam hujan. Ini payung dan jas hujan.”
Kecerewetannya sungguh menjengkelkan.
”Apakah dulu aku pernah melarang kamu dan kakak-kakakmu berhujan-hujan?” begitulah aku pernah mengomel. Menantuku mundur dengan bijaksana, tapi putriku pantang menyerah.
”Iya. Malah dulu Papa cerewet sekali.”
”Apa iya?”
”Iya.”
Aku mengalah. Kuterima jas hujan parasut yang panjang selutut itu.
”Ini payungnya, Pa.”
”Tidak usah.”
Sempat kudengar gerutu putriku ketika aku membuka pintu dan melangkah, menyentuh tirai gerimis, ”Dasar keras kepala.”
***
Itu dulu, sebelum datang tahun-tahun yang ganjil ini.
Pada awal tahun masih kukagumi Januari dan Februari sebagaimana biasa, tapi bulan demi bulan berlalu dan genangan air mulai terbentuk di sudut-sudut kota, bantaran sungai, bahkan hingga di tengah kota. Kendaraan-kendaraan seperti berenang akibat banjir. Kini hujan bukan lagi sekadar gerimis yang menggemaskan bagai kanak-kanak, melainkan berupa curahan air terjun disertai petir dan angin ribut.
Sepanjang hari langit gelap dan mendung selalu mengurung berupa gumpalan-gumpalan hitam yang menakutkan. Aku tidak lagi berminat keluar rumah apabila hujan mulai tercurah. Yang kulakukan hanya duduk mematung di sisi jendela sambil membayangkan masa lalu yang tidak akan kembali. Walaupun demikian, aku tidak ingin berubah pikiran hanya karena perubahan iklim. Aku ingin mengenang hujan yang indah dalam benakku.
Tiba-tiba, petir membahana. Jantungku nyaris copot. Lantas atap berderak diterpa angin.
”Pakai mantel ini, Kek,” bisik cucuku dengan lembut. Senyumnya teduh. Sebentar lagi dia akan menikah. Alangkah cepat waktu berlalu. Kurasakan kantong mataku memberat.
Ketika mantel yang tebal dan lembut menyentuh kulitku, barulah aku menyadari bahwa aku menggigil kedinginan sejak tadi.

Mmmmhh cerita yang indah yah..
nah sekarang tinggal ngerjain tugasnya deh..
Hikmah yang saya coba cermati dalam cerpen ini adalah Hujan yang seharusnya itu indah sekarang mungkin telah menjadi sebuah musibah.
Lho kok gitu ???
yupp, semua ini karena ulah kita sebagai manusia yang tidak bisa menjaga lingkungan kita.baik berupa polusi, seringnya kita buang sampah sembarangan, dan penebangan pohon/hutan secara liar.Bahkan dulu musim hujan yang sebelumnya bisa kita prediksi bulannya sekarang sudah lagi tak menentu.CMIIW
Mungkin gak yah hujan yang indah ini bakal dinikmati oleh anak/cucu kita kelak ???
Kemudian hal positif yang dapat kita ambil (masih bersangkutan dengan tugas) adalah : Semoga setelah kita membaca cerpen ini,kita bisa sadar atas apa yang telah kita lakukan selama ini terhadapa lingkungan kita dan mencoba untuk memperbaikinya.
Sedangkan hal Negatifnya adalah : Kalau sudah kakek-kakek jangan main hujan-hujanan yah..nanti sakit lho kek :D
Sekian tugas tentang prosa ini, mohon maaf bila masih banyak kekurangan dan kesalahan.namanya juga belajar.. CMIIW
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR